Pekanbaru / Kupasperistiwa.id – Di balik tembok tinggi yang sering dipandang sebelah mata, terdapat harapan, perubahan, dan semangat untuk menjadi lebih baik. Warga binaan bukan sekadar individu yang menjalani masa hukuman, tetapi juga manusia yang memiliki mimpi, bakat, dan keinginan untuk kembali berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menghadirkan ruang ekspresi yang penuh makna melalui sebuah perhelatan seni, Sabtu (25/04).
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru secara resmi membuka Festival Seni dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan sekaligus sarana untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni.
Festival Seni tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, kreatif, dan humanis.
“Festival Seni ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri secara positif serta membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
Berbagai perlombaan digelar dalam Festival Seni ini, di antaranya stand up comedy, festival band, fashion show, dance competition, dan grafiti. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh antusias oleh warga binaan yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pekanbaru juga ingin mengajak masyarakat untuk turut berkolaborasi dalam mendukung program pembinaan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Festival Seni ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat, serta membangun citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang berkomitmen dalam pembinaan dan reintegrasi sosial.







Komentar