oleh

Dinilai Merosot, Kamad MTs GUPPI Malintang Diduga Jarang Hadir dan Layak Diganti.

Malintang, Kupasperistiwa.id
Keberadaan MTs GUPPI Malintang yang dinilai mengalami kemerosotan tajam beberapa waktu terakhir menuai sorotan tajam dari sejumlah pihak. Kemerosotan itu terlihat dari segi mutu pendidikan, implementasi program, sarana-prasarana sekolah, kwalitas dan moralitas siswa, transparansi anggaran BOS, bahkan dikabarkan Kepala Madrasah Amir Mahmud Batubara lebih sibuk mengurusi pekerjaannya diluar sekolah dan diduga jarang hadir ke kantor dalam menjalankan tupoksinya sebagai pimpinan instusi berlabelkan GUPPI (Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam) di Kec Bukit Malintang Kab Madina.

Informasi tersebut mencuat (05/05) berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang dihimpun oleh awak media dari berbagai kalangan.

Informasi yang beredar, disebutkan bahwa Amir Mahmud Batubara yang mengaku sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang dinilai jarang hadir dan sering meninggalkan sekolah. Kondisi ini dinilai merupakan potret buruk dunia pendidikan Islam yang berdampak pada aktivitas dan tata kelola sekolah. “Setelah Amir menjabat sebagai Kepala Madrasah, harus diakui bahwa kondisi sekolah tidak memiliki sisi positif yang pantas dibanggakan lagi. Aura religius, kekeluargaan dan kedisiplinan terasa telah hilang, bahkan mengalami penurunan yg drastis. Seharusnya sebagai Kepala MTs bisa menjadi teladan bagi guru dan siswa, Tapi dia sendiri jarang hadir dan lebih sibuk diluaran, bagaimana mungkin madrasah ini mau berkembang dan maju. Bila kepemimpinan tidak berjalan dengan baik, tentu berdampak pada kwalitas dan mutu madrasah yang rendah” ungkap warga bermarga Nasution yang enggan disebutkan namanya kepada media.

Sementara itu salah seorang wali siswa mengungkapkan keherananannya atas alasan apa dan prosedur yang ditempuh oleh Amir Mahmud yang sebelumnya hanya sebagai operator sekolah, tiba-tiba langsung menjadi Kepala Madrasah pasca wafatnya Kepala Madrasah sebelumnya Alm H. Azhari Hasibuan beberapa bulan yang lalu. Untuk itu dia meminta dengan tegas agar para dewan guru, aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, yayasan, komite dan pihak terkait segera mempertanyakan legalitas kepemimpinan Amir Mahmud dan menggelar musyawarah terkait hal itu. “Banyak masyarakat yang mempertanyakan hal itu sebenarnya, tapi segan untuk bersuara. Kita minta agar posisi Amir Mahmud ini bisa dievaluasi dan segera diganti karna dinilai tidak amanah lagi dalam kepemimpinan yang legalitasnya diragukan publik ” ujar sumber bermarga Lubis ini.

Ditambahkan, bila kondisi madrasah ini dibiarkan berlarut larut, dikhawatirkan akan menjadi aib bagi masyarakat malintang dengan makin merosotnya marwah dari instusi GUPPI ini. Apalagi dengan sering bolosnya kepala madrasah, tentu perencanaan dan implementasi program sekolah pasti akan terkendala. “GUPPI ini didirikan dari kumpulan hasil jerih payah, peras keringat dan airmata masyarakat yang ikhlas membangun lembaga pendidikan ini secara swakelola dan gotong royong. Kita berkewajiban untuk menjaga madrasah ini agar jangan jatuh ke tangan yang bukan ahlinya,.bahkan terlihat takabbur dan lebih mementingkan urusan pribadinya” ungkapnya lirih

Wali siswa lainnya yang berdomisili di seputaran madrasah menambahkan, tindakan Kepala Madrasah yang jarang masuk atau bolos kerja sudah diluar kewajaran. “Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Kepala MTs ini sangat jarang masuk kantor atau berada di sekolah. Ini telah lama jadi sorotan masyarakat, maka kami meminta Kepala MTs ini harus dievaluasi ditindak tegas karna dinilai tidak bertanggungjawab serta tidak peduli dengan kondisi madrasah. Gimana anak-anak kami mendapatkan pendidikan yang layak, islami, berakhlak, sedangkan Kepala MTs nya aja jarang berada di sekolah’ sebutnya

Sejumlah pihak juga menyoroti penggunaan dana BOS d yang dinilai mencurigakan. “Anak-anak yang sekolah di sini ada sekitar 140-an siswa. Saya yakin kalau dana BOS digunakan sesuai aturan, kondisi sekolah tidak separah ini. Masa plakat sekolah di pinggir jalan tidak ada, gedung tidak pernah dicat, sarana prasarana pendukung juga hampir tak ada. Kegiatan sekolah tidak mendapatkan dukungan dana. Bahkan Kepala MTs Amir ini juga terlihat arogan, tidak demokratis dan tidak transparan. Penggunanan Dana BOS ini harus diusut tuntas oleh pihak berwenang untuk mengantisipasi laporan fiktif dan manipulatif’ jelas sumber tsb.

Ditambahkan, untunglah guru-guru di MTs GUPPI ini aktif dan rajin mengajar serta kreatif menyediakan bahan ajaran, kalau tidak pendidikan anak-anak kami pasti terabaikan,” sesalnya.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Amir Mahmud dilaporkan sulit ditemui disekolah karena diduga jarang masuk kantor, juga awak media juga belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari yang bersangkutan terkait konfirmasi pemberitaan untuk mendapatkan informasi berimbang
(Magrifatulloh).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *