oleh

HUT RI ke-80 & HUT Kota Padang ke-365: Kemegahan Pusat Kota, Nestapa di Pinggiran – Jalan Menuju SD 16 Timbalun Puluhan Tahun Terbengkalai

 

Padang, Kupas Peristiwa.id  — Kemeriahan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Padang ke-365, tahun ini kembali dihiasi dengan panggung megah, pesta rakyat, dan sorotan lampu di pusat kota. Namun, pemandangan ini justru berbanding terbalik dengan kenyataan pahit yang dialami warga di pinggiran kota, khususnya di Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Di wilayah ini, tepatnya di jalan menuju SD Negeri 16 Timbalun dari arah perkampungan Kalampayan Loh dan sekitarnya, kondisi jalan sudah puluhan tahun memprihatinkan. Tanah yang dulunya dihibahkan masyarakat untuk pembangunan akses sekolah itu hanya berbekal pondasi beton yang kini berlumut. Pengecoran jalan tak kunjung direalisasikan, seolah diabaikan begitu saja oleh pemerintah setempat.

“Tanah sudah kami hibahkan, pondasi jalan sudah ada, tapi sampai sekarang pengecoran tak pernah dilakukan. Musyawarah dan pengusulan sudah berkali-kali, tapi hasilnya nihil. Seakan usulan masyarakat dianggap angin lalu,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kondisi ini semakin ironis karena akses menuju sekolah sangat vital bagi anak-anak di kawasan tersebut. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi lumpur bergelombang dan licin. Tak jarang anak-anak jatuh, sepatu kotor, bahkan buku pelajaran basah karena tercebur ke sawah yang berada di tepi jalan. “Sejak saya sekolah di sini sampai sekarang anak saya bersekolah, jalannya tetap begini. Tidak ada perubahan,” tutur orang tua murid bernama Fani.

Warga menduga, minimnya perhatian ini karena wilayah Bungus Timur dianggap daerah terisolir dan berada di pinggiran kota. Mereka mempertanyakan ke mana perginya anggaran miliaran rupiah yang setiap tahun dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan daerah tertinggal.

Padahal, masalah ini bukan baru sekali disuarakan. Beberapa kali sudah diberitakan media, namun tetap tidak membuahkan tindakan nyata dari pihak Pemko Padang maupun dinas terkait. “Miris, jalan kami penuh semak belukar, lumpur, dan lubang seperti kubangan. Sementara di pusat kota, infrastruktur terus dipercantik. Merdeka itu bukan hanya pesta di kota, tapi pemerataan pembangunan,” tegas warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah kota dan Dinas PUPR segera merealisasikan pembangunan jalan menuju SD 16 Timbalun. Bagi mereka, infrastruktur layak bukanlah kemewahan, melainkan hak yang sudah lama tertunda. ( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *